Pada postingan kali ini saya akan menulis tentang obat tradisional wasir (ambeien).
Penyakit wasir terdapat pada poros usus yang ditandai dengan rasa gatal dibagian anus (dubur), buang air besar sering disertai darah yang menetes (sebelum atau sesudah tinja keluar).
Penyebab utamanya antara lain bekerja terlalu banyak duduk, adanya tindihan rahim pada waktu hamil, terlalu kuat mengejan waktu melahirkan, tinjanya terkalu keras hingga terlalu kuat mengejan.Semua penyebab tersebut mengakibatkan pembuluh darah dalam poros urus bergelembung yang menyebabkan terjadinya pendarahan.
Jika berlangsung terus menerus dalam jangka lama bisa menimbulkan kanker poros usus.Karenanya penyakit wasier memerlukan perawatan yang baik seperti harus buang air besar setiap hari, hindari makan makanan pedas atau makanan yang susah dicerna.
Berikut adalah resep yang dapat dipilih, ambil sesuai ketersediaan bahannya.
Resep 1 Obat Tradisional Wasir (ambeien)
Bahan :
Daun ungu.....................................7 lembar (kering -+ 15gr)
Pegagan .......................................1/2 genggam (kering -+ 9gr )
Kunyit sebesar telur ayam ............. 1 biji (kering -+ 11 gr)
Cara Meramu:
Cuci semua bahan, iris tipis kunyit.Rebus bersama bahan lain dengan 4 gelas air hingga tersisa 3 gelas.Angkat dan saring.
Arutan Pakai:
Minum ramuan dengan dosis 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas. Lakukan selama satu bulan penuh.
Resep 2 Obat Herbal Wasir
Bahan :
Daun ungu .......................................7 lembar (kering -+ 15 gr)
Temulawak sebesar telur ayam ..........1 biji (kering -+11 gr)
Kunyit sebesar telur ayam...................1 biji (-+ 11 gr)
Cara Meramu:
Cuci semua bahan, iris tipis temulawak dan kunyit.Rebus semua bahan dengan air 5 gelas hingga tersisa 4 gelas.Angkat dan saring.
Aturan Pakai:
Minum ramuan dengan dosis 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.Lakukan selama 1 bulan penuh.
Catatan:
Penulis rumah obat tradisional pernah menggunakan resep obat alami wasir ini. Hasilnya memang bagus, minum ramuan baru seminggu sudah terlihat hasilnya.Untuk penuntasan penyembuhan ramuan tetap saya berikan selama 1 bulan.
Demikian artikel tentang obat tradisional wasir (ambeien) ini, semoga bermanfaat.
Bagi Anda yang membutuhkan obat tradisional, obat herbal alami, klik di sini.
Kamis, 09 Juni 2011
Minggu, 05 Juni 2011
Obat Tradisional Hepatitis (Lever)
Pada tulisan kali ini admin akan membahas tentang obat tradisional hepatitis (lever).
Penyakit hepatitis umumnya disebabkan oleh virus yang langsung menyerang hati dan selanjutnya tinggal dan berkembang biak di organ tersebut.
Gejala hepatitis pada bayi dan anak-anak hampir tidak kelihatan.Kadang hanya kelihatan letih, meriang sedikit, muntah-muntah dan kulit langsung kelihatan kuning.
Gejala hepatitis pada orang dewasa umumnya terlihat cepat lelah, mual, muntah dan meriang.Kadang disertai penurunan napsu makan, kepala pening, perut bagian atas nyeri seperti tertekan, air seni menjadi kuning pekat.Sebaliknya, kotoran BAB berwarna kuning pucat atau putih keabu-abuan.Selanjutnya mata yang berwana putih menjadi kuning.Lama kelamaan kulit juga berubah jadi kuning.Dalam pemeriksaan darah dilaboratorium akan terjadi peningkatan SGPT dan SGOT.Jika radang hati ini dibiarkan berkelanjutan akan terjadi sirosis (pengerasan hati) dan dalam jangka panjang sirosis bisa menjadi kanker hati.
Pantangan:
Sebaiknya penderita tidak memakan makanan berlemak termasuk santan dan gorengan.Makanan lain yang harus di hindari yaitu: Jeroan khususnya usus, kacang tanah, jambu mete dan Makanan pedas.Sebaliknya makanan manis seperti gula aren sangat baik untuk penderita hepatitis.Perbanyak makan buah-buahan dan sayuran kecuali nangka dan durian.
Sampai saat ini baik secara medis maupun tradisional belum ditemukan obat untuk membunuh virus hepatitis.Pengobatan yang dilakuan hanya menjurus pada penguatan lever (hati) dan menurunkan SGOT dan SGPT menjadi normal.
Obat tradisional hepatitis (lever) yang sering dipakai adalah ramuan yang mengandung temulawak, meniran, sambiloto, pegagan.
Resep 1 Pengobatan Alami Hepatitis (Lever)
Bahan:
Temulawak sebesar telur itik................1 biji (kering -+ 15 gr)
Meniran berikut akarnya..................... 3 batang
Adas manis........................................ 1/2 sendok teh
Kulit pulosari.......................................1/4 jari tangan
Cara Meramu:
Cuci temulawak lalu kupas dan iris tipis. Rebus semua bahan dalam 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas. Angkat dan saring.
Aturan Pakai:
Minum ramuan obat herbal hepatitis dengan dosis sebagai berikut:
- Anak umur 6-8 tahun, 3 kali sehari masing-masing 1/4 gelas.
- Anak umur 9-12 tahun, 3 kali sehari masing- masing 1/3 gelas.
- Umur 13 tahun keatas, 3 kali sehari @ 1/2 gelas.
Resep 2 Obat Herbal Hepatitis
Bahan:
Akar alang-alang...........................5 jengkal
Daun sanbiloto...............................17 lembar
Meniran..........................................2 batang
Temulawak sebesar telur ayam........1 biji (kering 11 gr)
Cara meramu:
Kupas temulawak, cuci lalu iris tipis.Rebus semua bahan dengan 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas.Angkat dan saring.
Aturan Pakai:
minum ramuan dengan dosis sebagai berikut:
- Anak umur 6-8 tahun, 3 kali sehari @ 1/4 gelas
- Anak umur 9-13 tahun, 3 kali sehari @ 1/3 gelas.
- Umur 13 tahun keatas, 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
Catatan:
Pilih resep 1 atau 2 dan lakukan secara teratur selama 2 minggu berturut-turut sesudah makan.Selanjutnya istirahat 2 hari.Setelah itu minum kembali ramuan obat hepatitis tradisional sampai SGPT dan SGOT menjadi normal kembali.
Resep 3 Obat Tradisional Hepatitis (Khusus Balita)
Bahan:
Daun pegagan bersama tangkainya .......... 7 lembar
Temulawak ............................................. 1/2 jari tangan
Gula aren dihaluskan ............................... 1 sendok makan
Cara Meramu:
Kupas temulawak, cuci dan iris tipis.Rebus bersama pegagan dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas.Beberapa menit sebelum diangkat, masukan gula merah.Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan obat tradisional hepatitis (khusus balita )dengan dosis sebagai berikut:
- Anak umur 1-2 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 1 sendok makan.
- Anak umur 3-5 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 2 sendok makan.
Demikian artikel resep obat hepatits tradisional ini.Semoga bermanfaat, jika pembaca memerlukan obat tradisional, berupa bahan kering, atau kapsul bisa berkunjung ke sini (klik saja).
Penyakit hepatitis umumnya disebabkan oleh virus yang langsung menyerang hati dan selanjutnya tinggal dan berkembang biak di organ tersebut.
Gejala hepatitis pada bayi dan anak-anak hampir tidak kelihatan.Kadang hanya kelihatan letih, meriang sedikit, muntah-muntah dan kulit langsung kelihatan kuning.
Gejala hepatitis pada orang dewasa umumnya terlihat cepat lelah, mual, muntah dan meriang.Kadang disertai penurunan napsu makan, kepala pening, perut bagian atas nyeri seperti tertekan, air seni menjadi kuning pekat.Sebaliknya, kotoran BAB berwarna kuning pucat atau putih keabu-abuan.Selanjutnya mata yang berwana putih menjadi kuning.Lama kelamaan kulit juga berubah jadi kuning.Dalam pemeriksaan darah dilaboratorium akan terjadi peningkatan SGPT dan SGOT.Jika radang hati ini dibiarkan berkelanjutan akan terjadi sirosis (pengerasan hati) dan dalam jangka panjang sirosis bisa menjadi kanker hati.
Pantangan:
Sebaiknya penderita tidak memakan makanan berlemak termasuk santan dan gorengan.Makanan lain yang harus di hindari yaitu: Jeroan khususnya usus, kacang tanah, jambu mete dan Makanan pedas.Sebaliknya makanan manis seperti gula aren sangat baik untuk penderita hepatitis.Perbanyak makan buah-buahan dan sayuran kecuali nangka dan durian.
Sampai saat ini baik secara medis maupun tradisional belum ditemukan obat untuk membunuh virus hepatitis.Pengobatan yang dilakuan hanya menjurus pada penguatan lever (hati) dan menurunkan SGOT dan SGPT menjadi normal.
Obat tradisional hepatitis (lever) yang sering dipakai adalah ramuan yang mengandung temulawak, meniran, sambiloto, pegagan.
Resep 1 Pengobatan Alami Hepatitis (Lever)
Bahan:
Temulawak sebesar telur itik................1 biji (kering -+ 15 gr)
Meniran berikut akarnya..................... 3 batang
Adas manis........................................ 1/2 sendok teh
Kulit pulosari.......................................1/4 jari tangan
Cara Meramu:
Cuci temulawak lalu kupas dan iris tipis. Rebus semua bahan dalam 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas. Angkat dan saring.
Aturan Pakai:
Minum ramuan obat herbal hepatitis dengan dosis sebagai berikut:
- Anak umur 6-8 tahun, 3 kali sehari masing-masing 1/4 gelas.
- Anak umur 9-12 tahun, 3 kali sehari masing- masing 1/3 gelas.
- Umur 13 tahun keatas, 3 kali sehari @ 1/2 gelas.
Resep 2 Obat Herbal Hepatitis
Bahan:
Akar alang-alang...........................5 jengkal
Daun sanbiloto...............................17 lembar
Meniran..........................................2 batang
Temulawak sebesar telur ayam........1 biji (kering 11 gr)
Cara meramu:
Kupas temulawak, cuci lalu iris tipis.Rebus semua bahan dengan 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas.Angkat dan saring.
Aturan Pakai:
minum ramuan dengan dosis sebagai berikut:
- Anak umur 6-8 tahun, 3 kali sehari @ 1/4 gelas
- Anak umur 9-13 tahun, 3 kali sehari @ 1/3 gelas.
- Umur 13 tahun keatas, 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
Catatan:
Pilih resep 1 atau 2 dan lakukan secara teratur selama 2 minggu berturut-turut sesudah makan.Selanjutnya istirahat 2 hari.Setelah itu minum kembali ramuan obat hepatitis tradisional sampai SGPT dan SGOT menjadi normal kembali.
Resep 3 Obat Tradisional Hepatitis (Khusus Balita)
Bahan:
Daun pegagan bersama tangkainya .......... 7 lembar
Temulawak ............................................. 1/2 jari tangan
Gula aren dihaluskan ............................... 1 sendok makan
Cara Meramu:
Kupas temulawak, cuci dan iris tipis.Rebus bersama pegagan dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas.Beberapa menit sebelum diangkat, masukan gula merah.Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan obat tradisional hepatitis (khusus balita )dengan dosis sebagai berikut:
- Anak umur 1-2 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 1 sendok makan.
- Anak umur 3-5 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 2 sendok makan.
Demikian artikel resep obat hepatits tradisional ini.Semoga bermanfaat, jika pembaca memerlukan obat tradisional, berupa bahan kering, atau kapsul bisa berkunjung ke sini (klik saja).
Kamis, 02 Juni 2011
Obat Tradisional Perut Kembung
Setiap pasangan orang tua yang telah mempunyai bayi, sepertinya sudah pernah mengalami kejadian dimana bayi yang disayanginya mengalami perut kembung.
Gejala bayi kena perut kembung yang saya maksud seperti: perut bayi sering terdengar bunyi gemuruh (kriu..k gruwuk...ukk susah menggambarkannya he..he..), kalau perutnya ditepuk-tepuk terdengar lain dari biasanya seperti bunyi pung-pung, kadang bayi susah BAB misal biasanya si bayi buang air besar sehari 3-4 kali, ini cuma sekali bahkan seharian belum BAB.
Nah untuk mengatasinya gunakan obat tadisional perut kembung sebagai berikut.
Resep Obat Tradisional Perut Kembung pada bayi
Bahan: 1 lembar daun pace (mengkudu)
Cara Meramu:
Cuci bersih daun mengkudu, angin-anginkan sebentar.Setelah kering dari air, olesi permukaan daun mengkudu dengan minyak kelapa kemudian panaskan daun mengkudu diatas api sampai agak layu dan di gulung dikucek sebentar di telapak tangan.
Cara Pemakaian.
Tempelkan daun pace di perut bayi, bisa memakai 1 atau 2 daun pace tergantung besar kecilnya ukuran daun pace.Supaya posisi daun pace tidak bergeser, bayi pakai gurita atau kalau pakai kaos dalam maka ujung kaos dalamnya dimasukan ke dalam celana.
Lakukan secara teratur 2-3 kali sehari.Obat perut kembung tradisional ini bisa diberikan pada bayi umur 5 minggu sampai umur 2 tahun.
Catatan:
Saya sudah sering menggunakan obat perut kembung tradisional ini pada bayi anak saya yang pertama dan anak kedua.saya biasa memakainya pada pagi hari setelah mandi, saat siang hari daun mengkudu itu sudah kering maka di ganti daun mengkudu yang baru.Dan setelah mandi sore daun mengkudu di ganti yang baru juga.
Biasanya setelah pemakaian daun mengkudu 2-3 kali, bayi akan sering buang angin.Jika sudah begitu si bayi minum ASInya jadi normal, BAB-ya kembali normal dan keceriaan serta kelucuannya datang kembali.
Demikian tulisan obat tradisional perut kembung pada bayi ini, semoga bermanfaat.
Dan jika Anda memerlukan obat tradisional, bahan obat herbal bisa berkunjung ke sini.
Gejala bayi kena perut kembung yang saya maksud seperti: perut bayi sering terdengar bunyi gemuruh (kriu..k gruwuk...ukk susah menggambarkannya he..he..), kalau perutnya ditepuk-tepuk terdengar lain dari biasanya seperti bunyi pung-pung, kadang bayi susah BAB misal biasanya si bayi buang air besar sehari 3-4 kali, ini cuma sekali bahkan seharian belum BAB.
Nah untuk mengatasinya gunakan obat tadisional perut kembung sebagai berikut.
Resep Obat Tradisional Perut Kembung pada bayi
Bahan: 1 lembar daun pace (mengkudu)
Cara Meramu:
Cuci bersih daun mengkudu, angin-anginkan sebentar.Setelah kering dari air, olesi permukaan daun mengkudu dengan minyak kelapa kemudian panaskan daun mengkudu diatas api sampai agak layu dan di gulung dikucek sebentar di telapak tangan.
Cara Pemakaian.
Tempelkan daun pace di perut bayi, bisa memakai 1 atau 2 daun pace tergantung besar kecilnya ukuran daun pace.Supaya posisi daun pace tidak bergeser, bayi pakai gurita atau kalau pakai kaos dalam maka ujung kaos dalamnya dimasukan ke dalam celana.
Lakukan secara teratur 2-3 kali sehari.Obat perut kembung tradisional ini bisa diberikan pada bayi umur 5 minggu sampai umur 2 tahun.
Catatan:
Saya sudah sering menggunakan obat perut kembung tradisional ini pada bayi anak saya yang pertama dan anak kedua.saya biasa memakainya pada pagi hari setelah mandi, saat siang hari daun mengkudu itu sudah kering maka di ganti daun mengkudu yang baru.Dan setelah mandi sore daun mengkudu di ganti yang baru juga.
Biasanya setelah pemakaian daun mengkudu 2-3 kali, bayi akan sering buang angin.Jika sudah begitu si bayi minum ASInya jadi normal, BAB-ya kembali normal dan keceriaan serta kelucuannya datang kembali.
Demikian tulisan obat tradisional perut kembung pada bayi ini, semoga bermanfaat.
Dan jika Anda memerlukan obat tradisional, bahan obat herbal bisa berkunjung ke sini.
Senin, 23 Mei 2011
Obat Tradisional Biduran (Kaligata)
Penderita yang terserang biduran (kaligata) mendadak timbul gatal-gatal pada kulit.Gatal-gatal tersebut berlangsung lama sehingga penderita merasa kulitnya menjadi tebal.Jika sering digaruk, kulit menjadi kemerah-merahan dan semakin meluas ke seluruh permukaan tubuh.Jika sampai ke bagian muka yang terserang, mata kelihatan membengkak termasuk bibir.
Penderita biduran (kaligata) sebaiknya banyak makan sayuran dan buah-buahan.Kubis sementara dijauhi dulu.Ikan atau makanan yang berbau amis harap menjadi pantangan utama.Jika mandi jangan menggunakan air dingin,tetapi harus air hangat.Akan lebih baik mandi dengan menggunakan obat tradisional biduran (kaligata) lainnya yakni rebusan daun mimba atau rebusan daun mindi.
Berikut adalah pilihan resep yang harus diminum,
Resep 1 Obat Tradisional Biduran (Kaligata)
Bahan:
Kulit batang pule..................... 3 jari tangan
Temulawak sebesar telur itik... 1 biji
Kunyit sebesar telur ayam....... 1 biji
Cara meramu:
Cuci bersih semua bahan, iris tipis temulawak dan kunyit.Rebus bahan dalam 4 gelas air hingga tersisa 3 gelas.
Aturan pakai:
Minum ramuan obat tradisional dengan dosis dewasa 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.Minum ramuan sesudah makan.
Resep 2 Obat Tradisional Biduran (Kaligata)
Bahan:
Daun sambiloto.................. 11 lembar
Meniran.............................. 3 tanaman
Kunyit sebesar telur ayam....1 biji
Cara meramu:
Cuci semua bahan, potong meniran, kupas dan iris tipis kunyit.Rebus semua bahan dalam 4 gelas air hingga tersisa 3 gelas.Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan dengan dosis dewasa 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.
Pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur minimal selam 4 minggu.
Catatan:
Lebih dari 22 tahun Istri saya menderita biduran (kaligata), dari semenjak kecil seingatnya dari umur 7 tahunan sudah sering kena gatal-gatal.Apalagi kalau hujan-hujaan atau cuaca lagi dingin-dinginnya atau tiduran di lantai biduran (kaligata) ini sering datang menyerang.
Pertama kali saya tawarkan untuk diobati dengan minum jamu tradisional dia ragu,masa sih dengan tanaman liar yang banyak ditemui di semak-semak bisa menyembuhkan penyakit yang bertahun-tahun, begitu katanya...
Setelah saya yakinkan akhirnya dia mau mencoba obat tradisional biduran (kaligata) ini.Saya pakai resep 1 di atas selama 4 minggu setelah istirahat 3 hari, minum obat tradisional dilanjutkan lagi selama 2 minggu total 6 minggu rutin tanpa putus 1 hari pun.
Alhamdullilah sudah lebih dari 3 tahun ini, biduran (kaligata) tidak pernah kambuh lagi, walau sering kena udara dingin atau tiduran di lantai.Mudah-mudahan sembuh total dan sejak itu sekarang dia jadi yakin akan keampuhan obat tradisional.Jadi kepada Anda atau ada anggota keluarganya yang sering kena biduran (kaligata) jangan ragu untuk mencoba, saya sendiri sudah membuktikan khasiat obat tradisional biduran (kaligata) di atas.
Demikian tulisan kali ini semoga bermanfaat, Terimakasih.
Penderita biduran (kaligata) sebaiknya banyak makan sayuran dan buah-buahan.Kubis sementara dijauhi dulu.Ikan atau makanan yang berbau amis harap menjadi pantangan utama.Jika mandi jangan menggunakan air dingin,tetapi harus air hangat.Akan lebih baik mandi dengan menggunakan obat tradisional biduran (kaligata) lainnya yakni rebusan daun mimba atau rebusan daun mindi.
Berikut adalah pilihan resep yang harus diminum,
Resep 1 Obat Tradisional Biduran (Kaligata)
Bahan:
Kulit batang pule..................... 3 jari tangan
Temulawak sebesar telur itik... 1 biji
Kunyit sebesar telur ayam....... 1 biji
Cara meramu:
Cuci bersih semua bahan, iris tipis temulawak dan kunyit.Rebus bahan dalam 4 gelas air hingga tersisa 3 gelas.
Aturan pakai:
Minum ramuan obat tradisional dengan dosis dewasa 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.Minum ramuan sesudah makan.
Resep 2 Obat Tradisional Biduran (Kaligata)
Bahan:
Daun sambiloto.................. 11 lembar
Meniran.............................. 3 tanaman
Kunyit sebesar telur ayam....1 biji
Cara meramu:
Cuci semua bahan, potong meniran, kupas dan iris tipis kunyit.Rebus semua bahan dalam 4 gelas air hingga tersisa 3 gelas.Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan dengan dosis dewasa 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.
Pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur minimal selam 4 minggu.
Catatan:
Lebih dari 22 tahun Istri saya menderita biduran (kaligata), dari semenjak kecil seingatnya dari umur 7 tahunan sudah sering kena gatal-gatal.Apalagi kalau hujan-hujaan atau cuaca lagi dingin-dinginnya atau tiduran di lantai biduran (kaligata) ini sering datang menyerang.
Pertama kali saya tawarkan untuk diobati dengan minum jamu tradisional dia ragu,masa sih dengan tanaman liar yang banyak ditemui di semak-semak bisa menyembuhkan penyakit yang bertahun-tahun, begitu katanya...
Setelah saya yakinkan akhirnya dia mau mencoba obat tradisional biduran (kaligata) ini.Saya pakai resep 1 di atas selama 4 minggu setelah istirahat 3 hari, minum obat tradisional dilanjutkan lagi selama 2 minggu total 6 minggu rutin tanpa putus 1 hari pun.
Alhamdullilah sudah lebih dari 3 tahun ini, biduran (kaligata) tidak pernah kambuh lagi, walau sering kena udara dingin atau tiduran di lantai.Mudah-mudahan sembuh total dan sejak itu sekarang dia jadi yakin akan keampuhan obat tradisional.Jadi kepada Anda atau ada anggota keluarganya yang sering kena biduran (kaligata) jangan ragu untuk mencoba, saya sendiri sudah membuktikan khasiat obat tradisional biduran (kaligata) di atas.
Demikian tulisan kali ini semoga bermanfaat, Terimakasih.
Minggu, 15 Mei 2011
Obat Tradisional Eksim
Eksim termasuk penyakit yang susah diobati karena sering kambuh. Gejala eksim yakni timbul bintik-bintik kecil yang berair atau bernanah pada kulit. Cairan tersebut bisa menular pada kulit lain. Jika sudah sembuh kulit menjadi mengeropong kering.
Penyebab penyakit eksim antara lain ketidakcocokan makanan (alergi) seperti kepiting dan udang. Namun penyakit ini bisa juga disebabakan oleh bahan kimia yang tidak cocok dengan kulit. Jika sudah menahun (kronis), penyakit ini susah disembuhkan karena memerlukan perawatan dan pengobatan yang rutin.
Untuk perawatan, diharap penderita mengurangi konsumsi garam, kue yang terlalu manis, ikan air laut maupun ikan tawar, ayam dan daging babi. Sebaiknya banyak makan sayuran udan buah-buahan.
Sebelum diobati dengan ramuan sebaiknya kulit yang sakit dibersihkan dengan air hangat yang diberi garam sedikit atau digosok dengan daun randu (daun kapuk randu) yang masih muda dan segar.
Obat tradisional eksim pada resep ini menggunakan bahan daun sendok, brotowali, temulawak, pule, sambiloto, dan kunyit. Berikut ini adalah resep yang diminum.
Resep 1 Obat Tradisional Eksim
Bahan:
Daun sendok............................. 10 lembar (kering -+ 7 gr)
Brotowali................................... 2 jari tangan (kering -+ 7gr)
Temulawak sebesar telur ayam... 1 biji (kering -+ 11 gr)
Cara meramu:
Cuci semua bahan lalu potong iris kecil-kecil.Rebus dengan air 4 gelas hingga tersisa 3 gelas.Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan tradisional dengan dosis sebagai berikut.
- Anak umur 6-8 tahun, minum 3 kali sehari masing-masing 1/4 gelas.
- Anak umur 9-12 tahun, minum 3 kali sehari masing-masing 1/3 gelas.
- Dewasa, minum 3 kali sehari @ 1/2 gelas.
Resep 2 Obat Tradisional Eksim
Bahan:
Sambiloto ........................................ 1 genggam (kering -+ 11 gr)
Daun sendok ................................... 11 lembar(kering + 7,5 gr)
Kunyit sebesar telur ayam ................ 1 biji (kering -+ 11 gr)
Cara meramu:
Cuci semua bahan, iris tipis kunyit dan potong kecil bahan lainnya.Rebus dengan air 4 gelas hingga tersisa 3 gelas.
Aturan pakai:
Minum ramuan tradisional dengan dosis 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.
Resep 3 Obat Tradisional Eksim
Bahan:
Pule........................................... 2 jari tangan (kering -+ 15 gr)
Sambiloto.................................. 15 lembar (kering -+ 2 gr)
Temulawak sebesar telur ayam... 1 biji (kering -+ 11 gr)
Cara meramu:
Cuci semua bahan iris tipis temulawak dan potong kecil-kecil pule. Rebus dengan air 4 gelas hingga tersisa 3 gelas.
Aturan pakai:
Minum ramuan dengan dosis 3 kali sehari @ 1/2 gelas.
Menurut hemat saya, pengobatan pada penyakit eksim membutuhkan kemauan dan kesungguhan yang kuat untuk sembuh.Hal ini terkait dengan pola makan sipenderita. Pantangan makan harus dijauhi. Selama pengobatan pantangan harus menjadi bagian dari gaya hidup.
Catatan:
Pengalaman ketika saya memberikan ramuan ini, penderita tidak sabar dalam menjalani proses pengobatan. Ketika penderita mengkonsumsi ramuan ini baru minum 2 minggu dan melihat eksimnya sudah mengering sipenderita tidak dapat menahan diri dari memakan makanan yang harus dijauhi.Akhirnya ya kambuh lagi eksimnya.
Padahal pengobatan tradisional membutuhkan waktu, tidak langsung terasa khasiatnya seperti pada pengobatan kimia (baca Panduan Umum Dalam Meramu Dan Menggunakan Obat Tradisional).
Untuk mencapai hasil maksimal selain menggunakan ramuan yang diminum, penderita juga harus menggunakan minyak oles.Baca "Minyak Oles Untuk Obat Tradisional Eksim" pada postingan berikutnya.
Demikian tulisan kali, semoga bermanfaat.Terimakasih.
Jika pembaca memerlukan obat tradisional, bisa berkunjng ke toko herbal keraton disini.
Penyebab penyakit eksim antara lain ketidakcocokan makanan (alergi) seperti kepiting dan udang. Namun penyakit ini bisa juga disebabakan oleh bahan kimia yang tidak cocok dengan kulit. Jika sudah menahun (kronis), penyakit ini susah disembuhkan karena memerlukan perawatan dan pengobatan yang rutin.
Untuk perawatan, diharap penderita mengurangi konsumsi garam, kue yang terlalu manis, ikan air laut maupun ikan tawar, ayam dan daging babi. Sebaiknya banyak makan sayuran udan buah-buahan.
Sebelum diobati dengan ramuan sebaiknya kulit yang sakit dibersihkan dengan air hangat yang diberi garam sedikit atau digosok dengan daun randu (daun kapuk randu) yang masih muda dan segar.
Obat tradisional eksim pada resep ini menggunakan bahan daun sendok, brotowali, temulawak, pule, sambiloto, dan kunyit. Berikut ini adalah resep yang diminum.
Resep 1 Obat Tradisional Eksim
Bahan:
Daun sendok............................. 10 lembar (kering -+ 7 gr)
Brotowali................................... 2 jari tangan (kering -+ 7gr)
Temulawak sebesar telur ayam... 1 biji (kering -+ 11 gr)
Cara meramu:
Cuci semua bahan lalu potong iris kecil-kecil.Rebus dengan air 4 gelas hingga tersisa 3 gelas.Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan tradisional dengan dosis sebagai berikut.
- Anak umur 6-8 tahun, minum 3 kali sehari masing-masing 1/4 gelas.
- Anak umur 9-12 tahun, minum 3 kali sehari masing-masing 1/3 gelas.
- Dewasa, minum 3 kali sehari @ 1/2 gelas.
Resep 2 Obat Tradisional Eksim
Bahan:
Sambiloto ........................................ 1 genggam (kering -+ 11 gr)
Daun sendok ................................... 11 lembar(kering + 7,5 gr)
Kunyit sebesar telur ayam ................ 1 biji (kering -+ 11 gr)
Cara meramu:
Cuci semua bahan, iris tipis kunyit dan potong kecil bahan lainnya.Rebus dengan air 4 gelas hingga tersisa 3 gelas.
Aturan pakai:
Minum ramuan tradisional dengan dosis 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.
Resep 3 Obat Tradisional Eksim
Bahan:
Pule........................................... 2 jari tangan (kering -+ 15 gr)
Sambiloto.................................. 15 lembar (kering -+ 2 gr)
Temulawak sebesar telur ayam... 1 biji (kering -+ 11 gr)
Cara meramu:
Cuci semua bahan iris tipis temulawak dan potong kecil-kecil pule. Rebus dengan air 4 gelas hingga tersisa 3 gelas.
Aturan pakai:
Minum ramuan dengan dosis 3 kali sehari @ 1/2 gelas.
Menurut hemat saya, pengobatan pada penyakit eksim membutuhkan kemauan dan kesungguhan yang kuat untuk sembuh.Hal ini terkait dengan pola makan sipenderita. Pantangan makan harus dijauhi. Selama pengobatan pantangan harus menjadi bagian dari gaya hidup.
Catatan:
Pengalaman ketika saya memberikan ramuan ini, penderita tidak sabar dalam menjalani proses pengobatan. Ketika penderita mengkonsumsi ramuan ini baru minum 2 minggu dan melihat eksimnya sudah mengering sipenderita tidak dapat menahan diri dari memakan makanan yang harus dijauhi.Akhirnya ya kambuh lagi eksimnya.
Padahal pengobatan tradisional membutuhkan waktu, tidak langsung terasa khasiatnya seperti pada pengobatan kimia (baca Panduan Umum Dalam Meramu Dan Menggunakan Obat Tradisional).
Untuk mencapai hasil maksimal selain menggunakan ramuan yang diminum, penderita juga harus menggunakan minyak oles.Baca "Minyak Oles Untuk Obat Tradisional Eksim" pada postingan berikutnya.
Demikian tulisan kali, semoga bermanfaat.Terimakasih.
Jika pembaca memerlukan obat tradisional, bisa berkunjng ke toko herbal keraton disini.
Sabtu, 14 Mei 2011
Obat Tradisional Kencing Manis (Diabetes Mellitus)
Obat Tradisional Kencing Manis (diabetes mellitus) merupakan artikel yang akan di tulis pada post kali ini.
Kencing manis merupakan kelainan metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah akibat kekurangan atau penurunan efektivas insulin.Kelebihan glukosa yang terbuang dalam urin menyebabkan kencing penderita sering dikerumuni semut karena mengandung gula atau glukosa sehingga di sebut kencing manis.Faktor genetik, pola hidup dan pola makan memegang peranan penting sebagai penyebab dabetes mellitus.
Kencing manis ditandai dengan gejala sebagai berikut:
1. Sering buang air kecil dengan volume yang banyak.
2. Selalu merasa haus dan ingin minum terus.
3. Sering merasa lapar, lemah serta mudah lelah dan mengantuk.
4. Gatal-gatal dan mudah timbul borok (luka) yang sulit sembuh.
Obat tradisional kencing manis (diabetes mellitus) yang bisa digunakan untuk mengobatinya adalah sebagai berikut:
Resep 1 Obat Tradisional Kencing Manis (Diabetes Mellitus)
Bahan:
Daun duwet................... 7 lembar (-+ 15 gr)
Meniran........................ 3 tanaman (-+ 15 gr)
Kulit batang pule ......... 3 jari tangan (-+ 17 gr)
Daun kumis kucing ...... 30 lembar (-+ 7 gr)
Cara meramu:
Cuci semua bahan dan rebus dalam 4 gelas air hingga tersisa 3 gelas.Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan obat tradisional dengan dosis dewasa 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.Lakukan secara teratur minimal selama 2 minggu, jika ada tanda kemajuan maka minum ramuan tradisional dilanjutkan sampai kondisi gula dalam darah menjadi normal.Setelah sembuh minum ramuan 2 hari dalam 1 minggu untuk menjaga gula darah tetap normal.
Resep 2 Obat Tradisional Kencing Manis (Diabetes Mellitus)
Obat tradisional yang digunakan untuk mengaktifkan kerja pankreas adalah pare.
Cuci pare sebanyak 2 ons kemudian parut, lalu seduh dengan air mendidih 1/2 gelas.Kemudian peras dan saring.Setelah dingin, minum sebelum makan pagi hari.
Catatan:
Pengobatan pada kencing manis (diabetes mellitus) membutuhkan dukungan penuh keluarga.Lakukan secara teratur dan sungguh-sungguh, minum ramuan resep 1 dan juga ramuan resep 2.Jangan lupa semua pantangan juga dijauhi.
Demikian tulisan kali ini semoga bermanfaat.Untuk obat tradisional kencing manis (diabetes mellitus) dengan bahan lain akan dibahas pada postingan berikutnya.
Kencing manis merupakan kelainan metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah akibat kekurangan atau penurunan efektivas insulin.Kelebihan glukosa yang terbuang dalam urin menyebabkan kencing penderita sering dikerumuni semut karena mengandung gula atau glukosa sehingga di sebut kencing manis.Faktor genetik, pola hidup dan pola makan memegang peranan penting sebagai penyebab dabetes mellitus.
Kencing manis ditandai dengan gejala sebagai berikut:
1. Sering buang air kecil dengan volume yang banyak.
2. Selalu merasa haus dan ingin minum terus.
3. Sering merasa lapar, lemah serta mudah lelah dan mengantuk.
4. Gatal-gatal dan mudah timbul borok (luka) yang sulit sembuh.
Obat tradisional kencing manis (diabetes mellitus) yang bisa digunakan untuk mengobatinya adalah sebagai berikut:
Resep 1 Obat Tradisional Kencing Manis (Diabetes Mellitus)
Bahan:
Daun duwet................... 7 lembar (-+ 15 gr)
Meniran........................ 3 tanaman (-+ 15 gr)
Kulit batang pule ......... 3 jari tangan (-+ 17 gr)
Daun kumis kucing ...... 30 lembar (-+ 7 gr)
Cara meramu:
Cuci semua bahan dan rebus dalam 4 gelas air hingga tersisa 3 gelas.Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan obat tradisional dengan dosis dewasa 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.Lakukan secara teratur minimal selama 2 minggu, jika ada tanda kemajuan maka minum ramuan tradisional dilanjutkan sampai kondisi gula dalam darah menjadi normal.Setelah sembuh minum ramuan 2 hari dalam 1 minggu untuk menjaga gula darah tetap normal.
Resep 2 Obat Tradisional Kencing Manis (Diabetes Mellitus)
Obat tradisional yang digunakan untuk mengaktifkan kerja pankreas adalah pare.
Cuci pare sebanyak 2 ons kemudian parut, lalu seduh dengan air mendidih 1/2 gelas.Kemudian peras dan saring.Setelah dingin, minum sebelum makan pagi hari.
Catatan:
Pengobatan pada kencing manis (diabetes mellitus) membutuhkan dukungan penuh keluarga.Lakukan secara teratur dan sungguh-sungguh, minum ramuan resep 1 dan juga ramuan resep 2.Jangan lupa semua pantangan juga dijauhi.
Demikian tulisan kali ini semoga bermanfaat.Untuk obat tradisional kencing manis (diabetes mellitus) dengan bahan lain akan dibahas pada postingan berikutnya.
Kamis, 12 Mei 2011
Obat Tradisional Batu Ginjal (Kencing Batu)
Batu ginjal (kencing batu) pada umumnya ditandai dengan gejala antara lain pinggang terasa pegal dan sakit, kadang air seni susah keluar, air seni terlihat keruh dan sering tercampur darah. Pengobatan dengan tanaman obat bisa lanjutkan baca artikel obat tradisional batu ginjal (kencing batu) ini.
Agar tidak bertambah parah, sebaiknya penderita banyak minum air putih, kurangi minum air teh dan kopi yang kental.Jauhi minuman beralkohol, Coklat, bayam, tomat, kacang tanah dan jeroan agar dijauhi dahulu.
Obat tradisional yang berkhasiat untuk mengobati batu ginjal (kencing batu) yaitu : daun tempuyung, daun keji beling dan kumis kucing.
Resep obat tradisional kencing batu (batu ginjal) bisa memakai ramuan sebagai berikut.
Resep 1 Obat Tradisional Kencing Batu (Batu Ginjal)
Bahan:
Daun tempuyung.................... 7 lembar (kering -+ 11 gr)
Kumis kucing......................... 1 genggam (kering -+ 17 gr)
Meniran.............................. 4 pohon (kering -+ 15 gr)
Temulawak sebesar telur ayam 1 biji (kering -+ 11 gr)
Cara meramu:
Cuci semua bahan.Iris tipis temulawak dan potong kecil meniran.Rebus semua bahan dengan air 4 gelas hingga tersisa 3 gelas.Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan tradisional dengan dosis 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.
Resep 2 Obat Tradisional Batu Ginjal (Kencing Batu)
Bahan:
Daun keji beling........ 7 lembar (kering -+ 5 gr)
Daun kumis kucing.....1 genggam (-+ 17 gr)
Meniran.................... 3 pohon (-+ 11 gr)
Kunyit....................... 2 jari tangan (-+ 11gr)
Cara meramu:
Cuci semua bahan, iiris tipis kunyit dan potong kecil bahan lainnya.Rebus dengan air 4 gelas hingga tersisa 3 gelas.
Aturan pakai:
Minum ramuan tradisonal dengan dosis 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.
Catatan:
Saya pernah memberikan ramuan resep 1 dan memang hasilnya luar biasa.
Pilih salah satu resep di atas dan lakukan secara teratur minimal 2 minggu, minum ramuan tradisional dilanjutkan lagi selama 2 minggu lagi bila dirasa ada perkembangan positip.Setelah istirahat 3 hari,minum ramuan kembali selama 1 minggu.
Biasanya minum baru 1 minggu saja sudah ada perkembangan bagus.Untuk menyakinkan, tak ada salahnya di rontgen dulu sebelum minum ramuan dan setelah tuntas minum ramuan juga dirontgen kembali untuk melihat perbedaan dari sebelum dan sesudah minum ramuan.
Demikian postingan kali ini, untuk resep obat tradisional kencing batu/batu ginjal dengan bahan lain akan ditulis pada postingan berikutnya.Semoga bermanfaat.
Untuk yang kesulitan menemukan bahan resep diatas, bisa menemukannnya di toko herbal keraton klik di sini.
Agar tidak bertambah parah, sebaiknya penderita banyak minum air putih, kurangi minum air teh dan kopi yang kental.Jauhi minuman beralkohol, Coklat, bayam, tomat, kacang tanah dan jeroan agar dijauhi dahulu.
Obat tradisional yang berkhasiat untuk mengobati batu ginjal (kencing batu) yaitu : daun tempuyung, daun keji beling dan kumis kucing.
Resep obat tradisional kencing batu (batu ginjal) bisa memakai ramuan sebagai berikut.
Resep 1 Obat Tradisional Kencing Batu (Batu Ginjal)
Bahan:
Daun tempuyung.................... 7 lembar (kering -+ 11 gr)
Kumis kucing......................... 1 genggam (kering -+ 17 gr)
Meniran.............................. 4 pohon (kering -+ 15 gr)
Temulawak sebesar telur ayam 1 biji (kering -+ 11 gr)
Cara meramu:
Cuci semua bahan.Iris tipis temulawak dan potong kecil meniran.Rebus semua bahan dengan air 4 gelas hingga tersisa 3 gelas.Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan tradisional dengan dosis 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.
Resep 2 Obat Tradisional Batu Ginjal (Kencing Batu)
Bahan:
Daun keji beling........ 7 lembar (kering -+ 5 gr)
Daun kumis kucing.....1 genggam (-+ 17 gr)
Meniran.................... 3 pohon (-+ 11 gr)
Kunyit....................... 2 jari tangan (-+ 11gr)
Cara meramu:
Cuci semua bahan, iiris tipis kunyit dan potong kecil bahan lainnya.Rebus dengan air 4 gelas hingga tersisa 3 gelas.
Aturan pakai:
Minum ramuan tradisonal dengan dosis 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.
Catatan:
Saya pernah memberikan ramuan resep 1 dan memang hasilnya luar biasa.
Pilih salah satu resep di atas dan lakukan secara teratur minimal 2 minggu, minum ramuan tradisional dilanjutkan lagi selama 2 minggu lagi bila dirasa ada perkembangan positip.Setelah istirahat 3 hari,minum ramuan kembali selama 1 minggu.
Biasanya minum baru 1 minggu saja sudah ada perkembangan bagus.Untuk menyakinkan, tak ada salahnya di rontgen dulu sebelum minum ramuan dan setelah tuntas minum ramuan juga dirontgen kembali untuk melihat perbedaan dari sebelum dan sesudah minum ramuan.
Demikian postingan kali ini, untuk resep obat tradisional kencing batu/batu ginjal dengan bahan lain akan ditulis pada postingan berikutnya.Semoga bermanfaat.
Untuk yang kesulitan menemukan bahan resep diatas, bisa menemukannnya di toko herbal keraton klik di sini.
Langganan:
Postingan (Atom)