Tampilkan postingan dengan label fesyen baju. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fesyen baju. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 September 2009

Cara Berbisnis Busana Muslim

Grosir vs Eceran

Jika punya modal besar, Anda bisa terjun sebagai penjual grosir. Artinya, Anda menjadi orang pertama yang membeli dari produsen dan menjualnya kembali dalam jumlah banyak pula. Keuntungannya, Anda bisa mendapatkan barang dengan harga sangat murah karena langsung dari sumber pertama. Namun, sebagai penjual grosir, Anda tak bisa mengambil untung terlalu besar. Pasalnya, yang terpenting bagi penjual grosir adalah barangnya terjual kembali dengan cepat. Alhasil, Anda hanya bisa mengambil keuntungan sekitar 10-15 persen.

Sebaliknya, jika hanya punya modal sedikit, Anda bisa menjadi penjual eceran. Sebagai penjual eceran, Anda bisa mengambil keuntungan 30-100 persen. Dengan membeli satu jenis barang paling banyak 1 kodi (20 potong), Anda bisa menjual kembali di butik, toko busana muslim online, teman, dan kerabat atau bazar menjelang Lebaran. Asyik kan?

Desain Sendiri

Buat Anda yang memiliki kemampuan mendesain, Anda bisa terjun sebagai penjual sekaligus produsen (membuat sendiri produk yang akan Anda jual). Untuk memproduksi sendiri, Anda tak perlu memiliki konveksi sendiri kok. Anda bisa menggunakan sistem makloon. Dengan sistem ini Anda cukup menyediakan desain dan bahan.

Lalu, untuk pekerjaan menjahit, membordir, hingga pemasangan aksesoris serahkan saja kepada pihak lain dengan sistem upah. Bila Anda mengadopsi sistem makloon, resiko kerugian bisa lebih ditekan. Pasalnya, Anda tak perlu membeli alat, "memelihara" penjahit, tukang bordir, dan tukang obras sendiri. Jadi, jika produksi sepi, Anda tak punya tanggung jawab moral kepada para pekerja tersebut.

Harga Terjangkau

Penting untuk menentukan segmen yang disasar, apakah Anda hanya akan menjual busana muslim khusus perempuan, anak-anak, lelaki dewasa, atau campuran dari semua itu. Jika Anda berjualan di kios mal, spesifikasi produk bisa lebih meningkat penjualan. Pasalnya, pembeli akan mendapat variasi produk spesifik tersebut lebih banyak. Namun, bila Anda menjualnya di butik, keragaman produk tentu akan membuat butik terlihat lengkap dan menarik.

Spesifikasi yang Anda tentukan ini secara langsung juga akan menentukan harga produk yang dijual. Misalnya, Anda ingin menjual busana muslimah untuk kalangan menengah ke bawah. Dengan satu desain, Anda bisa membuat atau menjual puluhan hingga ratusan model. Ini lebih menguntungkan. Pengerjaan massal membuat biaya produksi tidak terlalu besar dan harga jualnya pun tidak tinggi.

Tren Mode

Yang perlu diperhatikan, baik sebagai penjual maupun produsen, Anda harus memiliki kemampuan melihat tren. Bahkan, akan lebih baik jika Anda bisa menciptakan tren sendiri. Karena pakaian merupakan produk yang selalu berubah desainnya dari waktu ke waktu. Desain yang menarik dan mengikuti tren terbaru tentu akan banyak diminati pembeli. Desain baju bukan hanya untuk baju ABG, baju bali, dsb tapi baju muslim juga bisa dikreasikan. Itu sebabnya, buat Anda "si pemain baru" perlu membekali diri dengan pengetahuan soal desain, perkembangan mode, tren warna, dan model baru sesuai keinginan pasar.

www.kompas.com

Selasa, 01 September 2009

Tips Menjadi Pembeli yang Pintar

1. Buat inventaris

Sebelum kalap membeli barang-barang diskon di
butik fashion, inventaris dulu barang apa saja yang sudah Anda punya dan mana yang benar-benar dibutuhkan. Inventarisasi ini memakan waktu satu hingga dua minggu. Perhatikan items apa saja yang dibutuhkan untuk menunjang penampilan dan padu padan apa yang bisa Anda terapkan pada barang-barang yang sudah ada.


2. Teliti


Sudah saatnya Anda bersikap lebih teliti dan berpikir dua kali setiap akan membeli sesuatu di
butik fashion. Meski yang Anda beli “hanya” sepasang baju murah, teliti baik-baik segi kenyamanan, ketahanan, hingga warna fashion apa saja di lemari yang akan cocok dikenakan. Jadi, jangan pernah membayar sesuatu sebelum Anda yakin 100 % barang itu benar-benar sesuai dengan yang kebutuhan.


3. Buat perbandingan


Setelah Anda menemukan barang/
fashion yang dicari, cek harga di butik fashion online dan sekitarnya untuk mendapatkan harga yang termurah. Butuh waktu sedikit, tak apa asalkan tak menyesal nantinya.


4. Beli yang dibutuhkan


Para
sophaholic menghamburkan uang mereka karena sifat impulsifnya. Saat baju di manekin terlihat “lucu” atau modelnya sedang tren, serta merta baju itu dibeli tanpa memedulikan apakah akan nyaman dipakai atau cocok dengan bentuk tubuh.


Untuk menghindarinya, setiap naksir barang tertentu di suatu
butik, pastikan Anda memiliki aksesori yang sesuai atau punya padanan yang pas. Coba setiap barang yang akan dibeli dan tinggalkan bila rasanya kurang sreg. Dengan cara ini, bukan hanya uang yang dihemat, tapi Anda juga akan mendapatkan baju yang terlihat bagus dipakai di butik fashion wanita tsb.


5. Simpan bon pembelian


Jangan buru-buru membuang struk atau bon pembelian baik dari butik biasa maupun dari
butik fashion online. Siapa tahu ada cacat yang baru ditemukan di rumah. Segera tukarkan dengan barang yang lebih berkualitas dengan membawa struk pembelian.


6. Melihat ke dalam


Para
sophaholic sering tak punya alasan jelas untuk belanja. Terkadang belanja di butik fashion wanita hanya untuk mengisi waktu luang, sedang bosan, atau mengobati kesepian. Cari tahu lagi apa yang sebenarnya Anda butuhkan. Bila yang Anda butuhkan seorang teman, ajaklah teman atau sahabat saat berbelanja. Bila yang Anda butuhkan sensasi rasa senang, alihkan perhatian pada hal lain yang punya efek sama.


7. Jangan gampang tergiur iklan


Untuk menjaring pembeli banyak
butik menawarkan harga khusus, dobel diskon dan ini dipromosikan pula di media. Berpikirlah jernih sebelum larut dalam iming-iming iklan belanja berdiskon tersebut.


http://planetdiskon.com


Dukung Kampanye
Stop Dreaming Start Action Sekarang