Tampilkan postingan dengan label jilbab wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jilbab wanita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 September 2009

Tips Padu Padan Jilbab dan Baju Anda

ISLAM memandang jilbab sebagai pakaian yang wajib dikenakan wanita, bukan sekedar memamerkan simbol agama yang dianut. Tapi, terkadang jilbab membuat para muslimah yang mengenakannya menjadi pusat perhatian.

Jilbab sejatinya memiliki fungsi untuk menutupi mahkota wanita muslimah. Pasalnya, rambut merupakan bagian dari aurat wanita yang wajib hukumnya untuk ditutupi. Sehingga tak dapat dilihat selain muhrimnya (Jilbab Online).

Untuk Anda yang sedang belajar untuk berbusana muslim, panduan memilih jilbab di bawah ini bisa membantu Anda:

Bila Anda mengenakan baju bercorak geometris, seperti kotak-kotak maupun garis-garis atau Baju Batik. Anda harus menghindari kerudung bercorak bunga. Sebaiknya, gunakan kerudung polos atau dengan tekstur minimal sebagai padanannya.

Namun, bila Anda mengenakan busana polos, kerudung dengan corak ramai bisa menjadi kombinasi yang tepat. Warna-warna cerah bisa Anda kenakan untuk jilbab bila pakaian Anda sudah gelap. Faktor ini bisa mencerahkan penampilan Anda.

Bila ingin menggunakan motif flower atau animal print untuk jilbab, Anda bisa menyiasatnya dengan mengenakan pakaian berwarna gelap. Jadi tidak terlalu menyolok dan menjadi pusat perhatian (Jilbab Anak).

Anda menyukai tampil dengan pakaian berwarna cerah?

"Tidak usah khawatir, Anda bisa memakai kerudung berwarna lebih gelap. Kenakan tas dan sepatu lebih berwarna. Tambahan aksesori kalung juga bisa mempermanis tampilan Anda. Misalkan bajunya kuning, tas, dan sepatu bisa warna biru. Apabila baju yang Anda kenakan berwarna gelap, Anda bisa bermain warna lewat sepatu," ujar desainer Malik Moestaram yang ditemui di Gedung Smesco Indonesia Lantai IV Jalan Gatot Subroto Kaveling 94, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Tidak perlu selalu matching, warna kontras pun bisa menghasilkan efek yang menarik pada penampilan. Namun Anda harus tetap memerhatikan estetika warnanya. Jangan mencampur tiga warna terang sekaligus, netralkan dengan menggunakan warna gelap.

Selamat bereksperimen!

lifestyle.okezone.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Kamis, 03 September 2009

Beda Kerudung & Jilbab

Memang dalam pembicaraan sehari-hari umumnya masyarakat menganggap jilbab sama dengan kerudung. Anggapan ini kurang tepat. Kerudung Jilbab tak sama. Jilbab adalah busana bagian bawah (al-libas al-adna) berupa jubah, yaitu baju longgar terusan yang dipakai di atas baju rumahan (semisal daster). Sedang kerudung merupakan busana bagian atas (al-libas al-a�la) yaitu penutup kepala. (Rawwas Qal�ah Jie, Mu�jam Lughah Al-Fuqaha`, hal. 124 & 151; Ibrahim Anis dkk, Al-Mu�jam Al-Wasith, 2/279 & 529).

Kerudung Jilbab merupakan kewajiban atas perempuan muslimah yang ditunjukkan oleh dua ayat Al-Qur`an yang berbeda. Kewajiban jilbab dasarnya surah Al-Ahzab ayat 59, sedang kewajiban kerudung (khimar) dasarnya adalah surah An-Nur ayat 31.

Mengenai Jilbab, Allah SWT berfirman (artinya),"Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu�min,�Hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.� (QS Al-Ahzab : 59). Dalam ayat ini terdapat kata jalabib yang merupakan bentuk jamak (plural) dari kata jilbab. Memang para mufassir berbeda pendapat mengenai arti jilbab ini. Imam Syaukani dalam Fathul Qadir (6/79), misalnya, menjelaskan beberapa penafsiran tentang jilbab (Jual Kerudung Jilbab).

Imam Syaukani sendiri berpendapat jilbab adalah baju yang lebih besar daripada kerudung, dengan mengutip pendapat Al-Jauhari pengarang kamus Ash-Shihaah, bahwa jilbab (Grosir Kerudung) adalah baju panjang dan longgar (milhafah). Ada yang berpendapat jilbab adalah semacam cadar (al-qinaa
�), atau baju yang menutupi seluruh tubuh perempuan (ats-tsaub alladzi yasturu jami�a badan al-mar`ah). Menurut Imam Qurthubi dalam Tafsir Al-Qurthubi (14/243), dari berbagai pendapat tersebut, yang sahih adalah pendapat terakhir, yakni jilbab adalah baju yang menutupi seluruh tubuh perempuan.

Walhasil, jilbab (Grosir Jilbab) itu bukanlah kerudung, melainkan baju panjang dan longgar (milhafah) atau baju kurung (mula`ah) yang dipakai menutupi seluruh tubuh di atas baju rumahan. Jilbab wajib ***lurkan sampai bawah (bukan baju potongan), sebab hanya dengan cara inilah dapat diamalkan firman Allah (artinya) "mengulurkan jilbab-jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Dengan baju potongan, berarti jilbab hanya menutupi sebagian tubuh, bukan seluruh tubuh. (Taqiyuddin An-Nabhani, An-Nizham al-Ijtima�i fil Islam, hal. 45-46).

Jilbab (Grosir Kerudung Jilbab) ini merupakan busana yang wajib dipakai dalam kehidupan umum, seperti di jalan atau pasar. Adapun dalam kehidupan khusus, seperti dalam rumah, jilbab tidaklah wajib. Yang wajib adalah perempuan itu menutup auratnya, yaitu seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, kecuali kepada suami atau para mahramnya (lihat QS An-Nur : 31).

Sedangkan kerudung (Grosir Kerudung), yang bahasa Arabnya adalah khimar, Allah SWT berfirman (artinya),"…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…" (QS An-Nur : 31). Dalam ayat ini, terdapat kata khumur, yang merupakan bentuk jamak (plural) dari khimaar. Arti khimaar adalah kerudung, yaitu apa-apa yang dapat menutupi kepala (maa yughaththa bihi ar-ra`su). (Tafsir Ath-Thabari, 19/159; Ibnu Katsir, 6/46; Ibnul �Arabi, Ahkamul Qur`an, 6/65 ).

Kesimpulannya, jilbab (Grosir Jilbab) bukanlah kerudung, melainkan baju jubah bagi perempuan yang wajib dipakai dalam kehidupan publik. Karena itu, anggapan bahwa jilbab sama dengan kerudung merupakan salah kaprah yang seharusnya diluruskan. Wallahu a�lam.

ikhwan-nul-islam.cybermq.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang