Tampilkan postingan dengan label percetakan offset. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label percetakan offset. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 September 2009

Bisnis Percetakan & Tips Sukses

Usaha percetakan Digital Printing Offset membutuhkan berbagai proses untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan sehingga mereka akan mencetak ulang. Usaha ini bisa dilakukan pada pagi hari atau malam hari, tergantung pesanan. Jika pesanan semakin besar, maka waktu yang dibutuhkan juga semakin banyak sehingga mesin bekerja 24 jam. Salah satu peralatan yang dibutuhkan adalah mesin cetak.

Mesin yang sering dipergunakan dikenal sebagai mesin Toko yang harga terbarunya Rp 75 juta. Mesin ini mampu mencetak sebanyak 5.000 lembar per jam dengan isian satu folio, tetapi hanya mencetak satu warna (hitam-putih). Anda dapat juga memakai mesin bekas yang harganya Rp 25 juta-Rp 30 juta, tergantung usia mesin.

Umumnya orang yang memulai usaha ini menggunakan mesin bekas, sambil belajar mengenal mesin dan memahami problem permesinan. Apabila usaha sudah semakin besar, maka dapat digunakan mesin yang lebih mahal yang saat ini harganya sekitar Rp 3 miliar. Mesin ini dapat mencetak empat warna dengan kemampuan mencetak 10.000 lembar dengan isian 9 folio. Dan lingkup kerja menjadi lebih luas,seperti bikin Neon Box dan billboard.

Harga mesin bekas dengan kemampuan sama sekitar Rp 700 juta untuk mesin buatan tahun 1994. Biasanya pengusaha yang berpengalaman dalam usaha ini tidak membeli mesin terbaru jika order yang diterima besarnya tidak enam kali harga mesin. Uraian penggunaan mesin sudah jelas menyatakan, usaha ini harus dimulai dengan mesin bekas.

Selanjutnya, dibutuhkan mesin potong kertas karena sangat vital sekali untuk membuat rapi hasil cetakan. Harga mesin potong kertas terbaru Rp 17 juta, tetapi pengusaha dapat juga mencari mesin bekas dengan harga minimum Rp 10 juta dengan kemampuan masih dapat diandalkan. Agar mesin potong tidak mubazir, pengusaha dapat menerima pesanan potong kertas dengan pendapatan Rp 500 per kilogram kertas.

Pengusaha juga dapat membeli mesin master, tetapi sebaiknya pekerjaan diberikan kepada pemilik mesin saja. Saat ini satu master seharga Rp 5.000. Jika banyak pekerjaan membuat master, maka mesin ini mutlak diperlukan layaknya membeli Pengering Pakaian pada usaha laundry, mesin master sangant penting bagi usaha percetakan.

Pengusaha juga memerlukan operator mesin yang sekaligus memelihara mesin. Pengusaha sebaiknya merekrut mereka yang lulus STM jurusan mesin agar pengusaha tidak kerepotan apabila mesin rusak. Gaji operator Rp 1,5 juta-Rp 2,5 juta. Kemudian, dibutuhkan pembuat lay-out menggunakan komputer dengan pendidikan minimum SLTA dengan gaji Rp 750.000 per bulan.

kompas.com

Kamis, 17 September 2009

Pengajuan Kredit Pinjaman

Buat anda yang ingin mengajukan kredit pinjaman untuk modal usaha atau (Percetakan Offset ) untuk keperluan lain seperti pernikahan,rumah, dan lain-lain.

- Cari bank atau perusahaan multifinance dengan brand image baik. Pasalnya, selama masa pinjaman belum berakhir BPKB ada di tangan perusahaan penyedia jasa tersebut. Alhasil dengan background bank atau multifinance yang baik membuat BPKB aman.

- Pilih besaran bunga yang terbaik. Caranya dengan lakukan komparasi table bunga yang kerap disediakan dealer. Bila perlu tawar kembali bunga itu lebih rendah.

- Perimbangkan pula kecepatan dalam hal pengajuan Kredit Tanpa Agunan. Jangan tergiur iming-iming penyedia jasa pinjaman yang menyetujui kredit dalam hitungan menit. Umumnya, persetujuan itu bersifat sementara selama dokumen-dokumen masih disiapkan pihak pengaju kredit. Namun, saat ini proses pengajuan kredit paling cepat dalam hitungan jam.

- Bila perlu cari penyedia jasa pinjaman (Partisi Pameran) yang memiliki formula-formula menguntungkan. Semisal balloon payment, smart loan, two in one (cicilan rumah sekaligus mobil), dan DP plus deposito.

dipostar.web.id

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang