Tampilkan postingan dengan label stand pameran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stand pameran. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 September 2009

Tips Mengunjungi Pameran Bunga



Berikut tipsnya.
1. Buat daftar buku-buku yang ingin dibeli: ini penting sekali karena berhubungan dengan budget yang kita sediakan cth buku architect furniture. Kita kalau sudah suka pada sesuatu pasti bawaannya ingin kita punya khan? Nah, alangkah baiknya jika kita tetap membuat daftar buku-buku yang ingin sekali kita beli, tetapi belum juga kesampaian. Dengan daftar ini, kita akan prioritaskan beli buku yang ada di daftar. Selebihnya, kita cari buku-buku murah meriah dan buku-buku gretongan.
2. Cek acara: pameran tidak cuma pajang buku doing, tetapi juga ada acara-acara pendukung. Buat yang ingin mengetahui perkembangan penerbitan, di sini tempatnya. Buat yang ingin tahu buku-buku yang sedang laris di sini tempatnya. Buat ketemu penulis pujaan, juga si sini tempatnya. Ops, acara biasanya tidak hanya dilaksanakan di panggung utama atau panggung pendukung lho, tetapi juga di stand-stand. Jadi, jelilah kalau pas liat stand pameran.
3. Cari tahu posisi stand penerbit: pameran buku tidak hanya diikuti oleh segelintir penerbit, tetapi diikuti bejibun penerbit. Coba list data penerbit yang akan kita kunjungi supaya kalau kita ke sana tidak tersesat di negeri antah barantah. Buat data stand penerbit menjadi 3 kategori, misalnya stand penerbit favorite, stand penerbit biasa aja, dan stand penerbit yang baru.
4. Cek buku-buku best seller, judul, penulis, penerbit: ini penting sekali untuk pengetahuan kita, siapa tahu kita mau nulis, jadi kan bisa up 2 date tulisan kita. Terus kita bisa tahu penerbit-penerbit yang bukunya selalu best seller, siapa tahu nanti kita nerbitin buku di sana, bisa tahu penulis-penulisnya kalau perlu nomer kontaknya, ya, sekadar say hello tidak jadi soal, kan?
5. Ambil catalog yang ada di stand pameran atau organizer company: catalog yang disediakan penerbit disediakan buat pengunjung, jadi jangan segan-segan mengambilnya. Percaya deh, banyak manfaat yang bisa diambil dari catalog tersebut. Kalau nggak percaya? Coba aja buktikan!
6. Borong buku-buku yang diinginkan: iya, ini tips terakhir yang saya sodor kan. Biasanya, di pameran diskonnya gede-gedean kan? Daripada nyesel mending borong sekarang.Hokeh, mudah-mudahan bermanfaat.

Dukung kampanye stop dreaming start action

Rabu, 09 September 2009

Industri Logistik di Indonesia

Industri logistik di Indonesia saat ini masih dikuasai perusahaan asing. Untuk meningkatkan daya saing pemain lokal, maka pemain asing dan lokal harus diseimbangkan untuk meningkatkan Sistem Logistik.

Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian Boediono di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta.

"Memang kebanyakan asing, ada pilihan keseimbangan untuk kecepatan mengirim dan memasukkan barang, ini penting bagi eksportir jangan sampai seluruhnya kita bergantung pada asing terus, harus ada keseimbangan antara efisiensi dan pengendali," ujarnya.

Kalangan usaha melihat belum tersentuhnya industri (Industri Pertambangan) ini dengan aturan yang jelas membuat pemain lokal tidak kompetitif dengan perusahaan asing. Kamar Dagang Industri pun meminta pemerintah dan DPR membuat UU khusus mengenai logistik.

"Maksudnya kita tidak kompetitif jika dibandingkan dengan negara lain, karena tidak ditata dengan baik, itu kan menyangkut distribusi. Dan kita kan negara kepulauan, kalau tidak diatur dengan baik, produk kita menjadi mahal, sampai ke konsumen jadi mahal. Logistik itu adalah pergerakan keluar dari pabrik sampai konsumen akhir yang menggunakan, dari mulai ujung dunia manapun sampai dalam negeri," ujar Wakil Ketua Kadin Chris Kanter di tempat sama.

Kadin pun sudah meminta pemerintah memasukkan UU logistik ini dalam revisi paket kebijakan mengenai iklim investasi dalam Inpres No 6 Tahun 2007.

Alasan Kadin meminta sektor logistik (Design Pameran) dimasukkan ke dalam Inpres 6 itu adalah karena logistik hal yang penting khususnya untuk distribusi dan di Indonesia komponen usaha yang paling besar adalah biaya logistik.

"Kalau prinsip-prinsip yang selama ini, menjadi tarik-menarik bahwa Kadin tidak keberatan logistik itu 95 persen oleh asing, sekarang 49 persen karena memang dari dulu sudah 95 persen, kita setuju. Tetapi untuk domestik seperti tracking, pergudangan, darat, warehouse, semua mesti perusahaan nasional," tambahnya

detikfinance.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Minggu, 06 September 2009

Memulai Terjun di Dunia Event Organizer

Jika Anda ingin memiliki side job atau pekerjaan sampingan bahkan bisa menghasilkan pemasukan yang lumayan dan bisa dikerjakan di rumah, coba saja berkenalan dengan sebuah usaha yang biasa disebut dengan event organizer atau EO.

Dari namanya saja sudah bisa ditebak, usaha ini memang memanajeri penyelenggaraan sebuah even. Dan jika Anda memiliki banyak relasi atau kenalan, suka kegiatan yang banyak berhubungan dengan orang, serta sering memiliki ide-ide kreatif, mungkin Anda salah satunya orang yang berbakat untuk mengelelola sebuah Organizer Company

Meski masih banyakpeluang, tepat saja, untuk bisa memiliki dan mengelola EO yang dapat dipercaya terus menerus oleh klien, tentu saja ada beberapa hal yang perlu dimiliki. Dan yang utama adalah kreatifitas, itulah bahan jualan dari EO.

Beberapa klien pun datang dari bidang yang berbeda-beda. Mulai dari bidang property untuk menggarap Architect Furniture sampai urusan Stand Pameran, telekomunikasi, dipercaya untuk menggarap seminar pendidikan, even otomotif, alat-alat kesehatan, hingga klien di bidang penerbangan.

Tips Jika Ingin Terjun Di Bidang EO:

Saat ditanya tentang apa saja yang bisa dijalani bagi mereka yang ingin terjun di dunia EO, Silvi memberikan beberapa tips ringkas berikut ini:

1. Miliki spesifikasi tertentu. Jika sudah ditetapkan, pelajari seluk beluknya. Di jakarta sendiri, kerap diadakan beberapa kursus singkat tentang bagaimana mengelola EO. Sedangkan di Singapura, ada sekolah khusus dengan pendidikan jurusan semacam ini.

2. Kumpulkan beberapa orang untuk membuat tim khusus. Mereka inilah nantinya yang akan mengerjakan beberapa tugas dengan bagian-bagian tersendiri.

3. Atur atau manajemeni dengan baik dan profesional.

4. Jangan takut untuk mewujudkan ide gila yang inovatif tapi bisa diterima masyarakat. Sebisa mungkin, hindari penawaran ide yang monoton. Usahakan munculkan ide tema acara yang menarik dan berbeda.

5. Tentukan segmen yang akan dibidik. Apakah masyarakat umum, ataukah kelas tertentu seperti kalangan menengah ke atas.

6. Miliki jaringan relasi sponsor. Terkadang pihak pemakai jasa EO juga telah memiliki sponsor-sponsor tertentu. Tapi tidak menutup kemungkinan, acara bisa makin sukses dengan kehadiran sponsor tambahan. Jika ini dimiliki, akan menjadi nilai plus bagi EO itu sendiri.

7. Harus bisa memanejemen emosi. Kerja EO apalagi jika makin dekat dengan hari H penyelenggaraan acara, biasanya amat rentan bersinggungan emosi antara personel EO itu sendiri. Cermati dan miliki kemampuan untuk memanajemen emosi di saat-saat seperti ini.

8. Untuk mereka yang baru terjun, utamakan kualitas dan bukan profit. Jika klien sudah membuktikan kualitas dari kerja sebuah EO, maka di kesempatan lain, EO ini pun akan digunakan lagi jasanya. Selain itu, pihak lain yang telah mendengar kelebihan EO ini pun akan bisa berkemungkinan menjadi klien baru.

blogger.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Rabu, 02 September 2009

Tips Menata Stand Pameran

8 tips untuk membuat Booth kecil pameran anda menjadi powerfull. 8 tips dibawah ini mungkin bisa membantu anda menciptakan booth kecil yang menarik dan powerfull. Dikumpulkan dari berbagai sumber dan terbukti sangat membantu.

1. Gunakan Lampu.

Hampir semua convention centers (Kontraktor Pameran) memiliki penerangan gedung yang bagus. Anda boleh-boleh saja mengharapkan penerangan booth kecil anda pada existing lampu gedung tanpa perlu menambah lampu di dalam area booth anda demi alasan dana.

2. Lakukan pendekatan ‘Novel’;

Kembangkan sebuah thema Design Pameran untuk booth anda. Keluarlah dari pendekatan traditional, dan biarkan itu menjadi milik peserta pameran dengan luas area yang besar karena memang mereka bisa berharap ‘real estate’ mereka menjadi stand out dalam Desain Pameran anda.

3. Usahakan untuk mendisplay produk dan nama perusahaan di sudut yang terlihat oleh pengunjung. 4. Simple and uncluttered. Gunakan satu atau dua produk saja untuk di display.

5. ‘Size’ everything to fit the booth.

Buat apa mendisplay mobil apabila anda hanya ingin menjual velg-rodanya saja, misalnya. Gunakan bantuan multimedia monitor (TV atau plasma), poster atau graphic yang menarik sebagai bagian dari Interior Pameran. Juga jangan gunakan meja counter besar bekas pameran yang lalu (misalnya) demi alasan hemat biaya (Kontraktor Pameran). Anda tentu tak ingin staff anda terlihat seperti orang kerdil di balik meja besar itu, kan?

6. Gunakan visual Design Pameran yang berpengaruh kuat untuk arsitektur desain pameran anda dengan memakai graphic poster besar. Akan tetapi tetaplah ingat, jangan gunakan images/gambar-gambar besar di poster itu. Sisipkan copytext/kata-kata yang sesuai proporsi ukurannya pada poster tersebut. Jangan terlalu berlebih ukurannya juga jangan terlalu kecil ukurannya karena akan menjadi sulit terbaca dan terlewatkan.

7. Tempatkan graphics dibatas mata pengunjung.

Garis bawah graphic idealnya dibatas 90 centimeter. Jika terlalu rendah nantinya mungkin bisa terhalang oleh display produk anda.

8. Gunakan paduan warna Interior Pameran yang menarik, eye catching sehingga bisa stand out di aren pameran yang ramai. Anda tentu bisa membedakan warna menarik dengan warna norak, bukan?….. Warna-warna netral di Desain Pameran akan membuat booth kecil anda ‘melarut’ dikeramaian.

cvastro.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang