Tampilkan postingan dengan label belajar membaca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar membaca. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 September 2009

Tips Belajar Baca


1. Belajar kelompok belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar cth belajar
fashion muslim. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.
2. Rajin membuat catatan intisari pelajaran bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.
3. Membuat perencanaan yang baik untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.
4. Disiplin dalam belajar matematika apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.
5. Menjadi aktif bertanya dan ditanyajika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. Selain itu
6. Belajar dengan serius dan tekun ketika belajar english di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.





http://ayizilvi.wordpress.com

Minggu, 27 September 2009

Teknik Belajar Membaca



Dalam kamus poerwadarminta, kata "membaca" diberi dua pengertian, yakni: pertama, melihat tulisan dan mengerti atau dapat melisankan apa yang tertulis itu; dan kedua, mengucapkan (doa, dsb). Sementara kata "read", oleh kamus oxford-nya hornby edisi 1985, mengandung banyak arti, antara lain: look at and (be able to) understand; reproduce mentally or vocally the words of (an author, book, etc); study; intrepret mentally; having knowledge gained from books, etc. Penjelasan ini samar-samar membawa kita pada pemahaman bahwa "belajar membaca" agaknya bukan sekadar melek huruf a-i-u-e-o plus konsonan dan bisa melafalkan kata dan kalimat secara benar. Ada makna yang lebih dalam dari sekadar itu.
Tapi apa?adeng a. Sudarsa dalam salah satu tulisannya di harian kompas, 23 oktober 1986, memberikan pengertian yang lebih lengkap bagi kita. Menurut sudarsa, membaca merupakan kegiatan fisik (khususnya di yayasan anak), yaitu mengenali rangkaian huruf dan kata yang tersusun secara sistematik, dan sekaligus kegiatan sosial dan budaya yang dilakukan oleh seorang manusia, sebagai warga dari suatu masyarakat yang berperadaban dan berkebudayaan. Jadi "membaca" bukan sekadar soal melafalkan bunyi tertentu, tetapi yang justru lebih dalam adalah aktivitas yang berkaitan dengan keberadaan kita sebagai mahluk sosial budaya, mahluk yang dimungkinkan untuk berperadaban dan berkebudayaan.
Dengan pengertian terakhir ini sudarsa kemudian membedakan antara seorang casual reader dan seorang functional reader. Yang pertama adalah orang yang sekadar bisa membaca, dalam arti melek huruf, namun tidak terlalu banyak memanfaatkan kemampuannya itu untuk mengembangkan dirinya sebagai mahluk intelektual.
Sedang yang kedua adalah mereka yang dengan sadar dan penuh inisiatif selalu berusaha memanfaatkan kemampuan membacanya itu, guna meningkatkan nilai dirinya serta mengembangkan potensi intelektualnya sebagai warga dari masyarakat yang berkebudayaan.
Pengertian keduanya inilah (functional reader) yang dimaksudkan oleh aldous huxley ketika ia mengatakan, "setiap orang yang tahu, bagaimana membaca, memiliki dalam dirinya kekuatan untuk memperkembangkan diri cth menjadi
detektif swasta, untuk melipatgandakan cara dan jalan kehidupan, untuk membuat hidupnya penuh, berarti dan menarik."


http://esblogrulie-rulie.blogspot.com

Jumat, 11 September 2009

Cara Untuk Anak Agar Senang Membaca



1. Mulailah sedini mungkin.
Bayi sudah mulai menyukai buku dari berita baru tentang buku, maka anda bisa mulai dengan buku bergambar. Saat ini, banyak buku-buku yang menarik untuk usia-usia balita. Cobalah ke toko buku bersama si kecil, lalu tawarkan beberapa buku atau biarkan ia memilihnya sendiri. Anda bisa juga mulai mengenalkan buku pada si kecil dengan cara membacakan buku di sampingnya.
2. Komik bisa dicoba. Komik juga bagus. Komik bisa menyemangatinya dan membuatnya lebih asyik daripada membaca buku dengan model bab-per-bab. Komik lebih baik dan memiliki unsur pendidikan lebih baik dibandingkan dengan video games. Dan untuk anak dengan usia yang lebih dewasa, anda bisa pula mencoba menawarkan kepadanya novel bergambar dan pastikan anda meyeleksinya terlebih dahulu.
3. Arahkan dengan contoh (lead by example). Bimbingan masyarakat dengan majalah dan surat kabar, merupakan bacaan yang cocok pula buat si kecil. Ceritakan tentang hal-hal yang baru saja anda baca –apabila sesuai- kepadanya dengan antusias, sehingga ia mau terlibat dengan topik anda. Dan jika anak anda tertarik membacanya, biarkan ia membacanya. Kuncinya adalah berusaha membuatnya tertarik terlebih dahulu.
4. Buat aturan kecil. Buat aturan tentang waktu, dimana pada saat itu merupakan waktu bebas tv maupun video games, hal ini untuk mendorong si kecil beraktifitas lain(cthnya gabungan masyarakat), dan membaca buku alternatif penggantinya.

Dukung kampanye
stop dreaming start action


http://tipsanda.com

Senin, 07 September 2009

Ajari Anak Bantu Ibu & Bapak

Pekerjaan rumah tangga bukan hanya tanggung jawab orang tua. Hal ini perlu ditekankan oleh para guru SM kepada anak-anak didiknya. Bekerja di rumah merupakan salah satu kewajiban setiap anak. Satu hal yang perlu diingat oleh guru-guru bahwa ada anak-anak yang memang sudah dibiasakan untuk membantu orang tua mereka di rumah selain juga Belajar Membaca di sekolahnya, tetapi ada juga anak-anak yang tidak dibiasakan karena sudah ada pembantu rumah tangga. Walaupun demikian, dalam diri setiap anak haruslah ditanamkan sikap mau menolong/membantu untuk melakukan -- paling tidak -- sebuah pekerjaan kecil di rumah. Misalnya merapikan tempat tidur sendiri, menjaga kebersihan kamar mereka sendiri, mengatur barang-barang pribadi mereka, dan lain-lain. Mengajarkan anak untuk membantu pekerjaan di rumah akan menolong anak untuk belajar bertanggung jawab dan mengerti kewajiban sebagai anggota keluarga. Kebiasaan baik ini akan menolong anak untuk juga memiliki tanggung jawab ketika mereka berada di luar rumah, misalnya ketika ada di Sekolah Minggu.

Tentunya tidak akan ada kesulitan untuk mengajarkan mengenai hal ini kepada anak-anak yang sudah terbiasa membantu orang tua mereka di rumah. Tapi bagaimana dengan mereka yang memang tidak dituntut orang tua mereka untuk membantu mengerjakan pekerjaan di rumah karena banyaknya fasilitas yang mereka miliki? Mereka tetap harus diajarkan mengenai hal tersebut. Tidak salah jika kita, sebagai seorang guru SM, untuk mengajarkan ha-hal ini kepada mereka, karena hal ini akan bermanfaat untuk membangun karakter yang baik dalam diri anak. Berikut ini cara-cara yang dapat Anda lakukan:

- Pada masa liburan ini berikan satu pelajaran khusus mengenai bekerja di rumah . Nasehat yang disampaikan melalui cerita biasanya akan melekat dalam hati anak-anak karena lebih mudah didengar dan diingat oleh anak-anak daripada pidato panjang yang bertele-tele.

- Buat satu program liburan yang dapat memberikan contoh kepada anak-anak tentang pekerjaan-pekerjaan apa saja yang dapat mereka lakukan di rumah. Program ini adalah kegiatan liburan yang sangat menyenangkan dan akan berkesan dalam hati mereka. Setelah program berakhir dorong mereka berkomitmen untuk membantu orang tua mereka dengan senang hati dalam mengerjakan pekerjaan rumah seperti belajar cuci piring dengan menggunakan
Sabun Cuci dan alat cuci dengan baik dan benar.

- Buat satu daftar pekerjaan ringan dan bagikan daftar itu kepada mereka. Minta mereka memilih pekerjaan yang paling menyenangkan bagi mereka. Daftar pekerjaan itu harus mereka bawa pulang untuk ditunjukkan kepada orang tua mereka sehingga orang tua juga tahu bahwa anak-anak mau membantu mereka. Daftar pekerjaan harus berisi pekerjaan yang ringan dan mampu dilakukan oleh anak-anak seusia mereka, misalnya merapikan tempat tidur, merapikan kamar, menjaga adik, menyapu halaman, menyiram bunga, memberi makan binatang peliharaan, dll.

Itulah beberapa tips yang dapat Tim Redaksi bagikan. Jika anak-anak terlihat tidak terlalu bersemangat dengan hal-hal tersebut, tidak masalah! Jangan mudah menyerah, berdoalah dan tetap berikan teladan kepada mereka. Dan Jangan lupa unutk memberikan hadiah atas apa yang mereka kerjakan sebagai penghargaan bisa berupa baju dengan tulisan nama yang telah di BORDIR KOMPUTER untuk mereka. Selamat mengajar!

.sabda.org

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang