Tampilkan postingan dengan label bordir komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bordir komputer. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 September 2009

Usaha Bisnis Kerajinan Bordir

Kerajinan bordir merupakan salah satu sektor usaha unggulan yang dapat menopang peningkatan taraf hidup masyarakat di Indonesia. Kerajinan bordir juga terbukti mampu menembus pasar ekspor. Salah satunya pengusaha yang berhasil dalam usaha kerajinan bordir adalah ibu Mutia.

Usaha ini dilakoni bu Mutia, pemilik Mutia Bordir sejak tahun 1987. Awalnya dia mendapat bantuan 1 buah mesin jahit dari P2WIK yang sekarang awam orang dikenal dengan dinas deperindag.
“Saya selalu ingat mbak, dulu saya dibilangin bapaknya (pihak P2WIK) untuk jadi pengusaha,” ungkapnya serambi tertawa. Namun usahanya sekarang telah berkembang. Dari hanya mempunyai 1 buah mesin jahit, sekarang menjandi lebih dari 10 buah mesin jahit, dengan beberapa karyawan (Plotter Designjet).

Punya Keunggulan Tersendiri
Dalam ruangan berukuran sekitar 2 x 5 m inilah usaha Mutia Bordir dibuat. Mutia Bordir lebih mengkhususkan dibidang garmen (Bordir Komputer). Produk yang dihasilkan berupa baju-baju dengan bordir yang khas. Konsumen akan dapat langsung melihat keunikan motif bordir yang menempel pada baju-baju yang dihasilkan dari Mutia Bordir. Motif dan Design Collection yang klasik hampir seperti motif batik tulis menjadi keunggulan Mutia Bordir untuk bersaing dengan kompetitor yang lain.

Mutia Bordir memang belum lama beralih ke motif klasik ini, namun demi memenuhi keinginan pasar yang terus berkembang pilihan untuk menemukan satu inovasi yang baru harus terus berkembang.
“Inovasi untuk desain itu harus selalu berjalan bahkan berlari mbak,” ungkap ibu dengan perawakan mungil ini.

Bahan baku pokok untuk usahanya ini dibelinya dari satu pabrik di Medari Sleman sedangkan bahan kombinasi hanya dibelinya dipasar terdekat.
Produk dari Mutia Bordir sangatlah terjangkau, rata rata berkisar antara 80ribu rupiah. Saat ini bu Mutia mengakui sedang kekurangan sumber daya manusia yang terampil, namun usahanya tetap berjalan seperti biasanya.

bisnisukm.com

Senin, 07 September 2009

Ajari Anak Bantu Ibu & Bapak

Pekerjaan rumah tangga bukan hanya tanggung jawab orang tua. Hal ini perlu ditekankan oleh para guru SM kepada anak-anak didiknya. Bekerja di rumah merupakan salah satu kewajiban setiap anak. Satu hal yang perlu diingat oleh guru-guru bahwa ada anak-anak yang memang sudah dibiasakan untuk membantu orang tua mereka di rumah selain juga Belajar Membaca di sekolahnya, tetapi ada juga anak-anak yang tidak dibiasakan karena sudah ada pembantu rumah tangga. Walaupun demikian, dalam diri setiap anak haruslah ditanamkan sikap mau menolong/membantu untuk melakukan -- paling tidak -- sebuah pekerjaan kecil di rumah. Misalnya merapikan tempat tidur sendiri, menjaga kebersihan kamar mereka sendiri, mengatur barang-barang pribadi mereka, dan lain-lain. Mengajarkan anak untuk membantu pekerjaan di rumah akan menolong anak untuk belajar bertanggung jawab dan mengerti kewajiban sebagai anggota keluarga. Kebiasaan baik ini akan menolong anak untuk juga memiliki tanggung jawab ketika mereka berada di luar rumah, misalnya ketika ada di Sekolah Minggu.

Tentunya tidak akan ada kesulitan untuk mengajarkan mengenai hal ini kepada anak-anak yang sudah terbiasa membantu orang tua mereka di rumah. Tapi bagaimana dengan mereka yang memang tidak dituntut orang tua mereka untuk membantu mengerjakan pekerjaan di rumah karena banyaknya fasilitas yang mereka miliki? Mereka tetap harus diajarkan mengenai hal tersebut. Tidak salah jika kita, sebagai seorang guru SM, untuk mengajarkan ha-hal ini kepada mereka, karena hal ini akan bermanfaat untuk membangun karakter yang baik dalam diri anak. Berikut ini cara-cara yang dapat Anda lakukan:

- Pada masa liburan ini berikan satu pelajaran khusus mengenai bekerja di rumah . Nasehat yang disampaikan melalui cerita biasanya akan melekat dalam hati anak-anak karena lebih mudah didengar dan diingat oleh anak-anak daripada pidato panjang yang bertele-tele.

- Buat satu program liburan yang dapat memberikan contoh kepada anak-anak tentang pekerjaan-pekerjaan apa saja yang dapat mereka lakukan di rumah. Program ini adalah kegiatan liburan yang sangat menyenangkan dan akan berkesan dalam hati mereka. Setelah program berakhir dorong mereka berkomitmen untuk membantu orang tua mereka dengan senang hati dalam mengerjakan pekerjaan rumah seperti belajar cuci piring dengan menggunakan
Sabun Cuci dan alat cuci dengan baik dan benar.

- Buat satu daftar pekerjaan ringan dan bagikan daftar itu kepada mereka. Minta mereka memilih pekerjaan yang paling menyenangkan bagi mereka. Daftar pekerjaan itu harus mereka bawa pulang untuk ditunjukkan kepada orang tua mereka sehingga orang tua juga tahu bahwa anak-anak mau membantu mereka. Daftar pekerjaan harus berisi pekerjaan yang ringan dan mampu dilakukan oleh anak-anak seusia mereka, misalnya merapikan tempat tidur, merapikan kamar, menjaga adik, menyapu halaman, menyiram bunga, memberi makan binatang peliharaan, dll.

Itulah beberapa tips yang dapat Tim Redaksi bagikan. Jika anak-anak terlihat tidak terlalu bersemangat dengan hal-hal tersebut, tidak masalah! Jangan mudah menyerah, berdoalah dan tetap berikan teladan kepada mereka. Dan Jangan lupa unutk memberikan hadiah atas apa yang mereka kerjakan sebagai penghargaan bisa berupa baju dengan tulisan nama yang telah di BORDIR KOMPUTER untuk mereka. Selamat mengajar!

.sabda.org

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang