Tampilkan postingan dengan label kebaya tradisional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kebaya tradisional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 September 2009

Panduan Memilih Baju Kebaya Pengantin

Sebagian perempuan Indonesia memang lebih suka memilih kebaya sebagai kostum pernikahan. Yap! Pakaian tradisional Indonesia ini memang tak kalah anggun dibandingkan Gaun Pengantin pernikahan internasional. Bagi anda yang tertarik untuk membuat kebaya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar penampilan Make Up Professional dan kebaya anda terlihat sempurna di hari bahagia anda..

1. Yang pertama adalah perhatikan jenis dan karakter bahan. Caranya anda harus mengenal elastisitas bahan agar anda bisa mengetahui bagaimana jatuhnya bahan di tubuh, apakah terlihat menggelembung, terlalu ketat saat dikenakan, terlihat bagus saat berdiri ataupun duduk. Anda bisa memilih bahan yang hanya elastis ke kiri dan ke kanan atau ke atas dan bawah saja atau elastis ke segala arah.

2. Kedua adalah sesuaikan model kebaya dengan bentuk dan karakter tubuh anda. Kenali juga bahan yang tekturnya lembut, tidak terasa kasar dan berbunyi saat diraba atau ditekan. Karakter ini bisa anda kenali setelah memegang bahan tersebut. Atau anda bisa memilih bahan yang terasa lembut dan dingin saat diraba.

3. Untuk motif, anda harus memilih apakah bahan kebaya anda bunga padat atau jarang. Ini perlu diketahui untuk membantu pengaplikasian ornamen yang sesuai dengan keinginan anda.

4. Sebelum menentukan model kebaya, kenali dulu bentuk tubuh anda seperti ukuran payudara, perut, punggung tegak atau bongkok, bahu lurus atau miring sebelah, pinggul besar atau kecil dan sebagainya.Semua itu tergantung dari bentuk atau analisa tubuh anda. Jadi model Kebaya Modern apapun yang anda pilih, tentukan secara tepat agar segala sesuatunya terlihat lebih sempurna

astaga.com

Senin, 28 September 2009

Tips Belanja Pakaian Dengan Anak

MEMILIH busana muslim anak ternyata gampang-gampang usah. Karena makin besar usia anak, makin beragam pilihan Anda pahami, karena anak pun memiliki selera busana muslim khusus yang kadang-kadang berbeda dengan selera yang diinginkan orangtuanya yang biasanya bikin busana di Penjahit Kebaya. Apalagi untuk busana muslim pesta, atau anak diajak ikut serta dalam acara semiformal dengan klien orangtua. Tentu Anda tidak ingin anak Anda tampil kumuh dan terlihat aneh bukan?

Hal yang paling penting di dalam memilih baju muslim, pastikan anak suka busana muslim dan mau memakainya. Sebenarnya ini aturan mendasar dalam berbelanja busana muslim anak. Kita sendiri juga tak mau mengenakan busana muslim yang tak kita sukai, bukan?

Kesalahan yang sering terjadi, ibu-ibu main beli saja busana anak tanpa memikirkan anaknya suka atau tidak. Padahal, sejak mulai bisa menyatakan pendapatnya, anak sudah bisa menentukan baju apa yang ingin dipakainya. Mubazir kan, kalau beli banyak-banyak tapi selera busana muslim anak hanya tertentu saja.
Jadi, sedapat mungkin ajak dan libatkan anak saat membeli baju muslim. Kalau tak memungkinkan, kenali tokoh kesayangannya, warna favoritnya, gambar yang disukainya. Pokoknya, semua yang berkaitan dengan kesukaannya. Anak punya selera sendiri dan mungkin bisa kita turuti. Kecuali kalau menurut kita tidak pantas, bisa kita arahkan.

Tapi yang terpenting, beli busana muslim atau
Jilbab Anak yang sesuai dengan selera anak sehingga pasti dipakai. Pikirkan juga harga baju muslim anak yang terjangkau bagi pengeluaran Anda. Cari Toko Baju atau tempat menjual baju dengan harga terjangkau. Jangan sampai sudah diajak ke mall, anak ngotot minta sementara dana tak cukup. Ingat, konteks kita adalah bagaimana bisa hemat berbelanja baju anak.

Biarkan anak memilih baju sesuai seleranya. Kalau si kecil bingung, beri alternatif pilihan. Ini juga berlaku jika pilihan anak tak sesuai dengan Anda. Satu ukuran lebih besar. Selama baju itu tidak kedodoran, membeli satu ukuran lebih besar dari badannya sekarang ini, paling tidak bisa membuat baju dipakai sedikit lebih lama. Ingat, satu ukuran saja selisihnya, jangan banyak-banyak.
r

umahmadani.com

Jumat, 04 September 2009

Potret Sejarah Model Kebaya di Indonesia

KEBAYA, seperti juga sejarah, mengalir mengikuti waktu, beradaptasi dengan zaman yang semakin maju dan memiliki cerita panjang yang bisa ditelusuri hingga abad ke-15 Masehi.

Dari sisi sejarah, kebaya merupakan bentukan busana atasan yang pertama kali dikenakan wanita Indonesia, terutama perempuan Jawa, yang digunakan bersama kain. Namun pada akhir abad ke-19, Design Kebaya juga populer sebagai busana para perempuan Belanda yang membutuhkan pakaian yang cocok dengan iklim tropis Indonesia. Selain itu, Model Kebaya juga pernah populer di kalangan perempuan peranakan China sehingga muncul sebutan kebaya encim. Seiring berjalannya waktu, kebaya pun menjadi sebuah simbol feminisme, busana khas perempuan yang kini menjadi busana nasional dan Model Kebaya Modern.

Kaum keturunan Eropa biasanya mengenakan Model Kebaya berbahan katun halus dengan aksen lace di pinggirnya. Kaum Tionghoa menggunakan Design Kebaya dengan potongan yang lebih pendek dan sederhana, dengan hiasan yang berwarna, lazim disebut kebaya encim.

Seiring berjalannya waktu, Design Kebaya berubah dan sempat tergerus zaman. Apalagi di masa pendudukan Jepang, di saat kreativitas dan produktivitas bangsa ditekan hingga ke level yang paling rendah. Pendudukan Jepang di Indonesia memutus jalur perdagangantekstil dan perlengkapan penunjangnya, akhirnya banyak rumah produksi kebaya tutup dan hanya sedikit perusahaan batik yang bisa bertahan.

Sejak masa itu, jejak kebaya sedikit terhapus. Para wanita pejuang kemerdekaan yang masih menggunakan kebaya (kebanyakan jenis kebaya kartini dan kebaya encim), kembali memopulerkannya, kendati harus bersaing dengan busana Barat yang dianggap lebih "memerdekakan" perempuan dari simbolisasi kebaya masa lalu, yang mengungkung perempuan dalam lilitan korset dan kain panjang (Model Kebaya Modern).

Sebutlah Amy Atmanto yang setiap tahunnya selalu menghadirkan kreasi baru Kebaya Modern, baik secara pola, siluet, cutting, maupun material. Di tangan Amy, kebaya bukan hanya berbahan sutra, katun, ataupun beludru, melainkan merambah ke jalur sifon, shantung, lace, ataupun jenis tekstil lainnya, yang kemudian ditingkahi teknik bordir, renda, pilin, lipit, layer hingga quilt untuk mewarnai kemegahan kebaya. Tidak ketinggalan juga aplikasi ornamen penuh kilau macam payet, kristal, atau batu-batu mulia, sehingga Kebaya Modern bukan lagi sebuah busana, melainkan sebuah karya seni. Alasan itu juga yang membuat Amy menyebut setiap koleksinya sebagai masterpiece.

"Every piece is a masterpiece, karena dirancang dengan kekhasan tersendiri, khusus bagi masing-masing individu," tutur desainer yang dipercaya menjadi ambassador Swarovski ini.

lifestyle.okezone.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang