Tampilkan postingan dengan label musik klasik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musik klasik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 September 2009

Tips Menjaga Kesehatan Di Bulan Puasa



Apa hubungannya musik dengan kesehatan? Belakangan ini musik bukan hanya sebagai pengiring belaka dalam film, iklan, sinetron, atau dalam keseharian kita dalam menjalani aktfitas.

Namun, sejalan dengan waktu musik mempunyai banyak manfaat bukan sekedar soundtrack dalam kehidupan saja atau hanya keluar masuk di playlist ipod/mp3 anda. Musik bisa juga dijadikan pengobatan atau music for healing yang mulai banyak digunakan khususnya untuk terapi.
Rumah sakit di luar negeri sudah mulai menggunakan musik untuk terapi kesehatan, hasilnya banyak penyakit dan gangguan psikis yang bisa di atasi. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian dari califonia state univeristy in fresno, penderita migraine mengalami penurunan sakit kepala setelah mengikuti terapi musik.
Cara memilih musik untuk pengobatan
Pilihlah musik yang sesuai bukan hanya yang kita sukai, biasanya kita memilih musik berdasarkan suasana hati misalnya, ketika sedang marah kita malah mendengarkan musik keras/garang, seharusnya pilih musik yang menenangkan jiwa.
Biasakan mendengar musik melalui pengeras suara, bukan perangkat hand phone(obat anak). Agar tubuh kita bisa merasakan alunan musik yang ada. Siapkan diri kita untuk mendengarkan musik, dengarkan musik secara keseluruhan dan usahakan se relax mungkin tanpa perlu direpotkan dengan hal lain.
Jadikan musik sebagai menu utama, bukan sampingan. Karena yang ada musik hanya dijadikan sebagai latarbelakang, cobalah untuk fokus ketika kita mendengarkan musik dan niscaya akan merasakan manfaatnya.
Respon adalah bagian terpenting dari mendengarkan musik. Melalui respon kita akan merasakan emosi dan sel otak bisa lebih baik. Jauhkan rasa terpaksa ketika ingin mendengarkan musik, jadikan juga musik sebagai cara kita untuk mendapatkan inspirasi dari rasa tenang dan nyaman. Jangan mendengarkan musik apabila aktivitas kita tidak berhubungan dengan musik.
Dengarkanlah musik secara aktif, perlahan dan pasti musik akan menyentuh bagian hati atau paru yang terdalam dan rasakan kebebasannya. Jangan lupa hubungankan jiwa dan raga kita karena secara tidak langsung musik juga bermanfaat untuk mengatasi sakit di tubuh. Tidak ada salahnya untuk dicobakan, selain musik itu menyenangkan juga sudah terbukti mampu menyembuhkan penyakit atau paling ngga mencegah penyakit itu datang.

Dukung kampanye
stop dreaming start action


http://www.inilah.com

Minggu, 13 September 2009

Relaksasi Dengan Musik



Alunan musik diyakini bisa menghibur dan menenteramkan hati yang tengah resah karena mampu merangsang rasa bahagia yang dikirimkan oleh otak. Jantungpun akan berdetak sesuai irama lagu sehingga menimbulkan perasaan nyaman. Kendati Anda bisa mendengarkan musik dimana dan kapan saja, namun ternyata ada beberapa tips agar bisa mendapatkan manfaat optimal dari musik

1. Pilih jenis musik yang tepat
Seringkali Anda memutar lagu dari aliran musik yang Anda sukai bukan?Tapi, apakah Anda memperoleh manfaatnya? Kenyataannya, seringkali jenis musik yang tidak terlalu disukai, justru memberikan efek positif lebih besar dari yang dibayangkan (jika diputar dalam rangkaian irama tepat). Contohnya, ketika Anda sedang marah dan otak Anda memerintahkan untuk mendengarkan Live musik'keras', apakah setelahnya Anda merasa lebih baik? atau malah sebaliknya, amarah Anda makin meningkat? Lantas, jika Anda memutar musik bernada lembut atau riang saat dilanda rasa sedih, bagaimana efeknya? Jangan-jangan Anda malah semakin sedih. Nah, jika perasaan Anda tidak membaik juga, cobalah pilih jenis musik lainnya.


2. Putar musik bervariasi

Kadangkala kita perlu memilih musik yang sesuai dengan suasana hati. Namun, agar Anda tak merasakan sesuatu yang monoton, cobalah memutar kaset atau CD berisi kompilasi dari beragam jenis lagu atau di galeri musik.

3. Dengarkan lewat alat pengeras suara (speakers)
Mendengarkan musik melalui alat pengeras suara dapat menghasilkan suasana yang lebih dinamis, ketimbang lewat earphone atau headphone. Cara ini dapat merangsang sel-sel di seluruh tubuh ikut aktif mengikuti alunan musik yang Anda dengarkan.

4. Siapkan diri Anda

Coba lepaskan alas kaki Anda. Putar lagu favorit Anda, lalu nikmati alunan musiknya, bisa sambil berdiri, duduk atau berbaring. Pejamkan mata dan bernapaslah dengan relaks atau hal yang laen bisa dengan les vokal.



Dukung kampanye stop dreaming start action


www.conectique.com

Minggu, 30 Agustus 2009

Mari Belajar Musik Klasik Tionghoa

Warisan seni budaya Tionghoa masih banyak yang tak terungkap bahkan sudah hampir punah. Padahal orang Tionghoa berperan dalam pembangunan Batavia. Etnis Tionghoa membawa kebudayaan mereka ke tanah Batavia, yang kemudian menjadi Jakarta, bahkan memengaruhi kebudayaan orang pribumi dan memperkaya folklor Batavia.

Dalam buku Folklor Tionghoa, James Danandjaja, menulis, folklor Tionghoa adalah bagian dari kebudayaan Tionghoa yang tersebar dan diwariskan turun-temurun di antara orang Tionghoa, baik yang berdiam di daratan Tiongkok, maupun yang merantau—khususnya ke Indonesia—secara tradisional dalam versi yang berbeda.


Bentuk-bentuk folklor terdiri atas lisan, sebagian, dan bukan lisan. Di dalamnya akan masuk antara lain legenda, dongeng, adat istiadat, marga, obat-obatan rakyat, permainan rakyat, seni pertunjukan rakyat, makanan dan minuman, seni bangunan, serta
musik dan alat musik rakyat.


Dalam hal ini musik dan alat musik rakyat menjadi salah satu folklor Tionghoa yang sepertinya terlupakan, meskipun beberapa tahun belakangan, keberadaan musik dan alat musik Tionghoa mulai kembali ditampilkan. Alat musik klasik Tionghoa mulai diperkenalkan kepada generasi muda sehingga kini bocah usia sekolah dasar pun sudah bisa mengenal, belajar (misalnya
kursus musik), dan memainkan alat musik yang digunakan nenek moyang mereka lebih dari satu milenium lalu. Salah satu cara tentu melalui sekolah musik (bisa juga dengan kursus musik).


Delapan golongan


Sebelum beranjak ke sekolah musik (
tempat kursus musik / kursus musik anak) khusus alat musik klasik Tionghoa, ada baiknya kita mengenal terlebih dulu alat musik rakyat China. Danandjaja menyebutkan, instrumen musik klasik Tionghoa yang penting antara lain tambur, genta dan giring-giring, erhu, suling, zheng, qin, pipa, serta alat musik dawai.


Suling atau alat musik tiup digolongkan sebagai salah satu dari delapan alat musik dasar Tiongkok. Ada tiga jenis suling, jenis umum (di atau ti), jenis suling kecil (guan/kuan), dan jenis seremoni (xiao/hsiao). Pada alat musik dawai, alat ini terbuat dari kayu dengan dua dawai atau lebih. Cara memainkannya dipetik atau digesek. Ini diajari di
tempat kursus musik seperti di kursus musik anak.


Alat musik dawai yang digesek yang ketika dimainkan diletakkan di pangkuan digolongkan menjadi huqin (biola barbar), menunjukkan bahwa alat ini berasal dari luar China. Masuk ke China pada masa Dinasti Tang dan sudah dimainkan sejak abad ke-13. Huqin yang paling terkenal adalah erhu, dengan dua dawai. Alat ini penting dalam opera Tionghoa. Erhu berbentuk ramping dengan dua dawai yang harus digesek dengan tongkat yang juga bersenar. Senar penggesek ini terbuat dari buntut kuda.


Pipa, jenis alat musik sejenis kecapi. Alat ini bertubuh bulat dengan leher panjang (seperti buah pir) dan berdawai empat. Seperti erhu, alat ini dimainkan secara vertikal di atas pangkuan. Adapun qin adalah alat musik mirip kecapi atau sitar. Alat ini terbuat dari kotak kayu yang dimainkan secara horizontal. Tangan kanan memetik senar sedangkan tangan kiri menekan senar. Ada lagi kecapi dengan 13 senar bernama zhen (cheng).


www.kompas.com


Dukung kampanye
stop dreaming start action sekarang